OPINI: Duet Tenang vs Otoriter: Rahasia Sukses Pembangunan Lobar
Oleh: Lalu Hasby
Keberhasilan pembangunan Lombok Barat (Lobar) sering kali digambarkan seolah-olah murni hasil tangan dingin sang bupati semata. Narasi ini tidak hanya menyederhanakan realitas, tapi juga meremehkan kontribusi wakil bupati (wabub) yang tak tergantikan. Padahal, penilaian masyarakat justru menyoroti sinergi keduanya sebagai kunci utama.
Masyarakat Lobar menyaksikan langsung bagaimana komunikasi harmonis antara pemerintah dan elemen masyarakat baik dari tokoh adat, LSM, hingga warga biasa terjalin berkat peran wabub juga. Beliau dikenal lebih tenang dan sabar dalam menghadapi warga masyarakat, menyampaikan program pembangunan, menjelaskan manfaat proyek infrastruktur dengan bahasa yang mudah dicerna dengan lembut dan santun. Pendekatan ini membangun kepercayaan, mengurangi resistensi, dan memastikan program berjalan lancar.
Sebaliknya, gaya bupati yang sedikit otoriter memang efektif untuk pengambilan keputusan cepat dan eksekusi proyek sesuai keinginannya. Namun, tanpa jembatan komunikasi wabub, otoritas itu berisiko menimbulkan kesalahpahaman atau konflik.
Keberhasilan Lobar hari ini bukan milik satu orang, melainkan duet yang saling melengkapi: bupati sebagai penggerak visi, wabub sebagai penjaga harmoni sosial. Pemerintah daerah patut menghargai peran ini secara proporsional. Narasi sepihak hanya akan melemahkan soliditas kepemimpinan dan mengabaikan suara rakyat yang melihat wabub sebagai perekat utama kemajuan Lobar.
Babussalam, 30 Desember 2025
Lalu Hasby

