Sepatu Raib di Serambi Masjid Tua, Jamaah Praya Minta Rasa Aman Dipulihkan
Labulianews.id. (21/8/2026)— Selesai salat Jumat, Saparudin meraba lantai marmer di serambi Masjid Jamiq Praya. Pasangan sepatu hitam yang ia lepas sebelum masuk, raib.
Apeng, begitu ia biasa disapa, hanya menghela napas. Bukan karena harga.
“Saya ikhlas. Nilainya tidak seberapa,” katanya, Jumat siang itu. “Tapi saya berharap kejadian seperti ini tidak berulang.”
Kehilangan alas kaki di Masjid Jamiq bukan cerita baru. Beberapa jamaah lain, kata Apeng, pernah mengalami hal sama. Ada yang kehilangan sandal jepit, ada yang sepatu kerja. Kejadiannya cepat, biasanya di sela khutbah hingga salam terakhir.
Masjid Jamiq Praya bukan masjid biasa. Berdiri sejak era kerajaan, bangunan tua itu menjadi pusat ibadah warga Lombok Tengah. Jumat, magrib, hingga acara keagamaan besar, halamannya selalu penuh. Justru karena ramai itulah, kata Apeng, pengelola perlu bekerja ekstra.
“Ini soal rasa aman. Orang datang untuk ibadah, harusnya pulang dengan tenang. Jangan sampai yang dibawa pulang cuma rasa was-was,” ujarnya.
Bagi Apeng, kehilangan sepatu bukan soal mahal murah. Ini soal kepercayaan jamaah pada rumah ibadah. Ia mengusulkan langkah sederhana: pemasangan kamera pengawas di titik penitipan dan pintu masuk.
“Paling tidak ada CCTV. Biar yang punya niat mencuri berpikir dua kali,” katanya.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pengurus Masjid Jamiq terkait pengaduan tersebut. Sementara itu, kejadian ini kembali mengingatkan jamaah untuk lebih waspada. Menjaga barang pribadi, menitipkan di tempat yang terlihat, atau membawa kantong untuk alas kaki.
Masjid seharusnya menjadi tempat paling aman untuk bersujud. Di Praya, harapan itu kini dititipkan Apeng dan jamaah lain kepada pengurus: jaga kekhusyukan, dengan menjaga rasa aman.

