OPINI: Tahun Baru 2026 disambutan Air Mata bagi Ribuan Honorer Lombok Barat yang Terancam Dipecat
Oleh: Aman Keseq
Di ambang pintu Tahun Baru 2026, Lombok Barat seharusnya menyambut gemuruh kembang api dan harapan baru. Namun, realitasnya jauh berbeda. Ribuan pegawai honorer Pemda Lombok Barat justru menyambut pergantian tahun dengan air mata dan ketakutan.
Mereka, yang telah bertahun-tahun mengabdi tanpa kepastian, kini terancam pemecatan massal karena namanya tak terdaftar di database resmi Pemda Lombok Barat. Ironi pahit ini mencerminkan kegagalan sistemik dalam pengelolaan tenaga kerja publik.
Bayangkan: para honorer ini adalah tulang punggung layanan masyarakat. Sepeeti mereka membersihkan jalanan Mataram-Lombok Barat, merawat orang sakit, mengajar anak-anak di pelosok desa, dan menangani administrasi di kantor-kantor kecamatan. Gaji pas-pasan, tanpa tunjangan atau jaminan hari tua, mereka tetap setia meski statusnya abu-abu. Kini, kebijakan pembersihan database—yang dimaksudkan untuk efisiensi—malah jadi pisau pemotong rezeki.
Data terbaru menunjukkan ribuan nama hilang dari sistem, akibat kesalahan input, kurangnya verifikasi, atau bahkan kelalaian birokrasi. Bukan salah mereka, tapi sistem yang lumpuh. Tahun Baru seharusnya simbol pembaruan, bukan kehancuran mimpi. Bagi keluarga honorer, pemecatan berarti anak tak sekolah, istri kehilangan nafkah, dan lansia tanpa sandaran.
Lombok Barat, yang masih bergulat dengan pemulihan pasca-pandemi dan infrastruktur tertinggal, tak sanggup kehilangan tenaga ini. Pemerintah daerah harus bertanggung jawab: segera lakukan audit transparan, berikan masa transisi, dan integrasikan mereka ke PPPK atau skema honorer tetap sesuai Permendagri terbaru.
Kepada Bupati Lombok Barat dan DPRD, dengarlah jeritan ribuan hati ini. Jangan biarkan 2026 dimulai dengan tragedi sosial. Reformasi database bukan akhir, tapi awal dari keadilan. Sambut tahun baru dengan aksi nyata, bukan janji kosong. Lombok Barat butuh pemimpin yang manusiawi, bukan algoritma dingin.
Oleh: Aman Keseq
Gerung, 19 Desember 2025

