Siswa/Siswi SMPN 2 Kopang Desak MBG Normal Kembali Pasca Penutupan SPPG Darmaji
Faktantb. com (23/1/2026) Siswa-siswi SMPN 2 Kopang di Lombok Tengah mendesak agar program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Presiden Prabowo segera beroperasi normal kembali setelah terganggu akibat penghentian sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Darmaji oleh BGN karena ada temuan yang menonjol.
Penghentian ini dipicu dugaan penyaluran susu kedaluwarsa dibawah pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN). Badan Gizi Nasional memerintahkan penghentian sementara operasional SPPG Kopang Darmaji melalui surat resmi bernomor 137/D.TWS/01/2026. Surat itu ditandatangani Direktur Pemantauan dan Pengawasan Gizi Wilayah III atas nama Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan, Rudi Setiawan, S.I.P., M.Han.
Operasional dihentikan hingga batas waktu tak tertentu untuk investigasi mendalam, menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Harapan Siswa yang Tergantung MBG
Para siswa merasakan dampak langsung dari gangguan ini. Mereka yang sudah nyaman dengan layanan MBG kini bertanya-tanya kapan program nasional dari Presiden Prabowo ini kembali berjalan normal.
Perwakilan siswa, Baiq Anisa Salsabila, menyampaikan kekecewaan saat ditemui labulianews. id (23/1/2026). "Kita juga kena imbasnya, Pak. Makanya kita berharap bisa menerima MBG lagi," ungkapnya.
Siswa lain, Nanang, menambahkan manfaat program bagi dirinya dan teman-temannya. "Setelah ada MBG, saya bisa menabung uang jajan dari orang tua. Teman-teman yang tak punya uang beli makanan juga tak khawatir lagi karena ada MBG" katanya antusias.
Para siswa lainnya bahkan sering menanyakan kepada guru kapan MBG bisa dilanjutkan. "Semoga bisa normal kembali karena kami sangat berharap adanya MBG ini," ujar salah satu siswa lainnya
Kepala Sekolah: Jangan Sampai Berlalu-Larut
Kepala Sekolah SMPN 2 Kopang, Saidi, mengakui antusiasme siswa terhadap program tersebut tinggi. "Dengan pelayanan yang cukup baik, siswa sangat senang. Tapi karena masalah teknis, MBG berhenti sementara," jelasnya.
Ia berharap penyelesaian cepat agar tidak berdampak berkepanjangan. "Harapan kami, semoga ini cepat selesai dan segera ditindaklanjuti. Mungkin karena anak-anak sudah nyaman dan ketergantungan dengan MBG ini," tambah Saidi ke media ini diruang kerjanya (23/1/2026)
Hingga kini BGN belum memberikan keterangan resmi soal kapan layanan SPPG Darmaji kembali aktif. Labulianews. id terus memantau perkembangan.(ms)

