Dari Hadrah ke Kotak Suara: Pilkades Labulia Dibuka dengan Adab
Labulianews.id. Musik hadrah yang biasanya mengiringi shalawat dan syukuran, kemarin Rabu, 26 Agustus 2026 mengiringi langkah pertama kontestasi di Desa Labulia Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Dengan iringan Rebana itu, Lalu Anugerah Purna Bakti datang ke sekretariat panitia Pilkades Labulia untuk menyerahkan berkas pendaftaran calon Kepala Desa Labulia masa jabatan 2026-2034.
Bagi warga sekitar, pemandangan itu tidak lazim. Politik desa kerap dimulai dengan spanduk, konvoi, dan saling sindir. Kali ini dibuka dengan doa dan adab.
Pantauan media, proses pendaftaran pun berjalan tanpa drama. Saat berkas pertama kali diperiksa, sejumlah dokumen belum lengkap sesuai Model BA Pilkades. Di banyak tempat, kekurangan seperti ini mudah berubah jadi tuduhan: panitia tebang pilih, calon tidak siap.
Namun di desa Labulia jalannya berbeda. Panitia Pilkades berkoordinasi dengan Pengawas kecamatan dan memberi kesempatan kepada bakal calon untuk melengkapi berkas di hari yang sama. Tidak ditunda, tidak dipersulit. Setelah berkas dinyatakan lengkap, berita acara langsung dibuat dan diserahkan ke bakal calon.
"Ini baru awal proses. Syarat dipenuhi, lalu diteliti. Tidak ada jalan pintas, tapi juga tidak ada pintu yang sengaja ditutup," kata Ketua Panitia Pilkades Labulia H. Zulkipli,
Sikap itu menjadi catatan kecil namun penting. Tegas pada aturan, tapi tetap manusiawi dan solutif. Birokrasi pilkades yang sering dituduh berbelit, kemarin menunjukkan wajah lain.
Dari sisi calon, narasi yang disampaikan juga jauh dari serangan. Lalu Anugerah Bakti berterima kasih kepada panitia, memohon doa dan dukungan warga, lalu menitipkan satu pesan: siapapun yang terpilih nanti adalah pilihan terbaik warga Labulia. Ia juga mengajak semua pihak menjaga keamanan dan ketertiban agar setiap tahapan berjalan lancar dan aman.
Kalimatnya sederhana. Tapi di awal pilkades, kalimat seperti itu justru langka. Pilkades rawan memecah karena pendukung merasa paling benar. Padahal setelah 2026, yang tetap bertetangga, seperti gotong royong membersihkan selokan, ronda malam, dan mengurus hajatan desa adalah orang-orang yang sama.
Antusiasme timses dan pendukung yang hadir juga terjaga. Tidak ada euforia berlebihan, tidak ada provokasi. Barisan tertib, suara hadrah yang mendominasi.
Kalau sejak pendaftaran saja suasana bisa dijaga seperti ini, harapan semua pihak untuk tahapan berikutnya menjadi lebih besar. Kampanye, debat, hingga pencoblosan masih panjang. Tapi fondasinya sudah diletakkan: kompetisi boleh, permusuhan tidak.
Tentu, lengkapnya berkas bukan jaminan kemenangan. Iringan hadrah juga bukan jaminan suara. Yang akan menentukan tetap warga Labulia di bilik suara pada 29 Oktober 2026
Terpisah, Pengawas Kecamatan mengatakan tugas sekarang adalah mengawal agar prosesnya tetap bersih, transparan, dan bermartabat. Selamat untuk Lalu Anugerah Bakti sebagai pendaftar pertama. Selamat juga untuk panitia yang sejak hari pertama sudah menunjukkan cara kerja yang rapi.
Kepala desa boleh berganti. Tapi kampung dan persaudaraan di DesavLabulia harus tetap dijaga.tutupnya.
Editor: Mustain


