Langkah Pertama di Langko: Zulkipli Buka Pendaftaran dengan Arak-arakan
Labulianews.id. Pagi itu halaman kantor Desa Langko penuh sesak. Bendera kecil berwarna merah putih diayunkan ribuan tangan. Dari kejauhan terdengar yel "Zulkipli! Zulkipli!" berulang, memantul di antara rumah-rumah dusun.
Rabu, 26 Agustus 2026. Hari pertama pendaftaran calon Kepala Desa Langko periode 2026–2034 dibuka. Dan orang pertama yang masuk ke ruang panitia adalah Zulkipli.
Ia tidak datang sendiri. Di sisi kanan, istrinya berjalan selangkah di belakang. Di sisi kiri, ibunya. Dua perempuan itu yang paling sering disebut Zulkipli dalam setiap pidato kampanye kecil-kecilan selama dua bulan terakhir. Di belakang ketiganya, arak-arakan warga dari hampir semua dusun di Langko mengular sepanjang jalan desa menuju kantor.
Panitia Pemilihan Desa mencatat: pukul 09.17 WITA, berkas Zulkipli diserahkan pertama kali. Prosesnya singkat, tertib. Tidak ada kericuhan. Hanya suara dukungan yang sesekali pecah ketika Zulkipli keluar dan melambaikan tangan.
Di hadapan massa, Zulkipli tidak berpidato panjang. Kalimatnya diulang-ulang warga setelahnya:
"Hari ini saya maju bukan karena ambisi, tapi karena panggilan hati dan harapan Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian. Saya berdiri di sini didampingi dua wanita paling berharga dalam hidup saya — istri yang selalu mendukung, dan ibu yang selalu mendoakan. Inilah kekuatan terbesar saya untuk mengabdi bagi Desa Langko tercinta."
Wajah yang dikenal
Di Langko, nama Zulkipli bukan nama baru. Warga mengenalnya sebagai orang yang rajin ke musala, ikut kerja bakti, dan sering nongol saat ada warga sakit atau butuh bantuan dana. Citra "dekat, rendah hati, punya jiwa sosial" itu yang kemudian diingat panitia dan perangkat desa saat ia menyerahkan berkas.
Ribuan pendukung yang datang pagi itu kebanyakan memakai atribut seragam. Mereka tertib, tapi semangatnya tidak bisa disembunyikan. Bagi sebagian warga, kehadiran istri dan ibu di barisan depan memberi kesan kekeluargaan yang sengaja ditampilkan. Bagi sebagian lain, itu cara sederhana menunjukkan bahwa calon ini "punya pijakan".
Platform: MUDA
Usai mendaftar, Zulkipli memperkenalkan visi yang diringkas dalam empat huruf: MUDA.
M — MAJU: Memajukan pembangunan desa secara merata dan berkelanjutan
U — UNGGUL: Menciptakan masyarakat yang unggul dalam ekonomi, pendidikan, dan budaya
D — DINAMIS: Menyelenggarakan pemerintahan yang responsif, cepat, dan terbuka
A — ADIL: Mewujudkan keadilan bagi seluruh warga tanpa membeda-bedakan
Tagline penutupnya sederhana: "Menuju Perubahan Bersama Anak Muda — Desa Langko Maju, Unggul, Dinamis, dan Adil untuk Semua."
Pendaftaran masih akan berlangsung beberapa hari ke depan. Belum ada nama lain yang muncul. Tapi dengan menjadi pendaftar pertama dan membawa massa sebesar itu di hari pembukaan, Zulkipli langsung menaruh patok di lapangan.
Di Langko, politik desa memang sering dimulai dari halaman kantor dan berakhir di warung kopi. Hari ini, halaman itu sudah lebih dulu dipenuhi. Tinggal menunggu, apakah semangat "MUDA" itu akan benar-benar berjalan sampai ke dusun-dusun, atau berhenti sebagai yel di gerbang desa.
Sugianto.
Reporter Labulianews.id

