Wabup Nurul Adha Dorong Tenun Lombok Barat Naik Kelas, Gumese Disiapkan Jadi Pusat Edukasi
LOMBOK BARAT - Labulianews.id Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah, khususnya kerajinan tenun yang menjadi potensi ekonomi sekaligus kekayaan budaya daerah.
Komitmen itu ditunjukkan Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha saat mengunjungi sentra pengolahan tenun UMKM Bidadariku di bawah naungan Yayasan Andi Dini, Dusun Gumese, Desa Giri Tembesi, Kecamatan Gerung, Selasa, 3 November 2026.
Kunjungan tersebut turut dihadiri staf ahli bupati, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, camat, dan kepala desa setempat.
Hj. Nurul Adha mengatakan Lombok Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan tenun, namun perlu diperkuat melalui pengembangan produksi, ketersediaan bahan baku, peningkatan keterampilan pengrajin, serta perluasan akses pasar.
"Beberapa wilayah di Lombok Barat telah lama dikenal sebagai sentra tenun, salah satunya Gumese. Karena itu kami melihat langsung potensi dan peluang pengembangan tenun lokal agar kembali berkembang," ujarnya.
Ia mengapresiasi inisiatif Yayasan Andi Dini yang mengembangkan kawasan pengolahan tenun. Menurutnya, kawasan tersebut berpotensi tidak hanya sebagai tempat produksi, tetapi juga menjadi wisata edukasi yang memperkenalkan proses pembuatan tenun kepada masyarakat dan wisatawan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan rencana pengembangan ekosistem tenun melalui penanaman kembali kapas di wilayah Gumese. Ketersediaan kapas diharapkan menjadi langkah awal membangun rantai produksi yang lebih mandiri, mulai dari bahan baku, pengolahan benang, hingga proses penenunan.
Selama ini sebagian pengrajin masih bergantung pada pasokan benang dari luar daerah. Kondisi itu dinilai perlu menjadi perhatian agar pengrajin dapat memperoleh bahan baku lebih mudah dan menghasilkan benang sesuai kebutuhan motif lokal.
Selain bahan baku, Pemkab juga akan mendorong peningkatan kapasitas pengrajin melalui pelatihan dan program pemagangan dengan melibatkan pihak kompeten di bidang pengolahan tenun.
Menurut Nurul Adha, keberlanjutan industri tenun harus didukung kepastian pasar. Ketersediaan produk dan permintaan konsumen perlu berjalan seimbang sehingga aktivitas produksi dapat berkelanjutan.
"Harapannya, tenun Lombok Barat bisa naik kelas, memiliki rantai produksi yang kuat, dan mampu menembus pasar yang lebih luas," kata dia.


