Kades Bunut Baok Absen di Sidang Sengketa Informasi, KI NTB Tunda Sidang dan Panggil Ulang
Mataram, Labulianews.id (14/1/2026)– Sidang sengketa informasi publik antara Forum Peduli Pembangunan dan Pelayanan Publik (FP4) melawan Pemerintah Desa Bunut Baok terpaksa ditunda. Kepala Desa (Kades) Bunut Baok sebagai Termohon tidak hadir memenuhi panggilan Komisi Informasi (KI) Perwakilan NTB pada Selasa (13/1/2026).
Majelis Pemeriksa Perkara KI NTB langsung mengambil langkah prosedural dengan menunda persidangan. Mereka akan memanggil ulang Termohon secara resmi sesuai mekanisme hukum. Agenda ini menyoroti isu akuntabilitas pemerintahan desa yang sering kali absen saat dibutuhkan.
FP4: Desa Bukan Ruang Privat, Dana Desa Harus Transparan
Tim Kuasa Hukum FP4, L. Deny Rusmin J., S.H., mengecam ketidakhadiran Kades. "Desa adalah badan publik, bukan rumah pribadi. Kepala desa mengelola Dana Desa dari uang negara, sehingga informasinya wajib dibuka untuk publik," tegas Deny.
Menurut Deny, keterbukaan informasi menjadi pondasi pemerintahan desa yang sehat. Tanpa transparansi, masyarakat terjebak rumor dan saling tuding. "Sidang bukan acara 'hadir kalau sempat'. Kalau panggilan KI saja diabaikan, pelayanan warga yang lebih dekat bagaimana?" tambahnya.
FP4 menilai absennya Termohon menunda hak warga atas informasi penyelenggaraan desa. Penutupan akses justru memicu kecurigaan kolektif. "Yang bikin curiga bukan pertanyaan masyarakat, tapi jawaban yang jarang diberikan. Keterbukaan adalah obat, bukan penyakit," ujar Deny.
Pesan Edukatif untuk Badan Publik NTBFP4 menitipkan pesan bagi seluruh badan publik di NTB, termasuk pemerintah desa. Transparansi bukan serangan, melainkan kewajiban hukum dan etika.
"Dana Desa adalah amanah negara. Kalau dikelola, informasinya harus dibuka, bukan disimpan seperti pusaka," pesan Deny.
Forum ini berkomitmen mengawal sengketa hingga hak informasi publik terpenuhi. Sementara KI NTB akan memanggil ulang Termohon untuk memastikan sidang berlanjut secara utuh.
Ketidak hadiran Kades Bunut Baok dalam sidang tersebut membuat beragam opini publik dan hingga berita ini dimuat pihak Pemdes Bunut Baok belum memberikan keterangan resminya. (ms)

