24 C
id
  • Buy Now!
  • Forums
  • Sign in / Join
Labulianews. id

Mega Menu

  • News
  • Berita Nasional
    • PENDIDIKAN
    • PERISTIWA
    • TEKNOLOGI
    • EKONOMI
    • OLAHRAGA
    • TNI
    • POLRI
    • HUKRIM
    • POLITIK
  • Provinsi NTB
    • SUMBAWA
    • LOMBOK BARAT
    • LOMBOK TENGAH
    • LOMBOK TIMUR
    • LOMBOK UTARA
    • BIMA
    • DOMPU
    • BERITA DESA
    • MATARAM
    • SUMBAWA BARAT
      • Home - Homepage
      • Home - Post Single
      • Home - Post Label
      • Home - Post Search
      • Home - Post Archive
      • Home - Eror 404
      • Changelog
        New
Labulianews. id
Telusuri
Beranda Kesehatan Oknum Bidan Diduga Menelantarkan Ibu Hamil Yang Mau Melahirkan. Ini Penjelasan Kepala Puskesmas Kuta.
Kesehatan

Oknum Bidan Diduga Menelantarkan Ibu Hamil Yang Mau Melahirkan. Ini Penjelasan Kepala Puskesmas Kuta.

REDAKSI L News
REDAKSI L News
03 Mei, 2022 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Labulianews.com. Loteng,  Diduga dua orang oknum bidan honorer yang bertugas di Puskesmas Kuta Kecamatan Pujut Kab. Lombok Tengah (Loteng), menelantarkan sorang  pasien inisial MSD yang hendak melahirkan bayinya. Hal itu dikatakan oleh Mawardi salah seorang warga Keluarga pasien  ke Media (3-5-2022)

Kedua orang oknum bidan honorer tersebut masing masing inisial RM dan MS, Kata Mawardi

Mawardi suami dari pasien yang di konfirmasi media membenarkan, kalau kedua orang oknum bidan honorer tersebut dituding menelantarkan istrinya yang akan melahirkan bayinya di Puskesmas Kuta Kecamatan Pujut.

 "Saya selaku suaminya melihat langsung dan mengalaminya sendiri, bagaimana kedua orang oknum bidan ini tidak mau mengurus dengan baik istrinya yang mau melahirkan," keluhnya Selasa (3/5).

Lanjut, adapun kronologis kejadiannya bahwa ia bersama istrinya dan keluarga datang dari Desa Tumpak ke Puskesmas Kuta. Kedatangannya bersama keluarga untuk mengantarkan istrinya  yang mau melahirkan. Setibanya di lokasi, istrinya sempat mendapatkan Pertolongan oleh kedua bidan honorer itu, yang kebetulan dia piket malam itu.ujarnya

"Awalnya pas saya datang malam itu, yakni malam Senin, memang sempat mendapatkan pertolongan, dan melihat kondisi istrinya, kemudian saya minta untuk ditangani sesegera mungkin, namun tidak ada usaha sedikitpun yang dilakukan oleh kedua oknum bidan yang piket malam itu, ' tuturnya.

Karena tidak adanya penanganan serius, akhirnya pihaknya meminta untuk di rujuk ke BLUD RSUD Praya, agar mendapatkan pertolongan lebih, mengingat kondisi istrinya yang sudah parah, jelasnya. Akan tetapi, kedua bidan honorer tersebut tidak mau memberikan surat rujukan. 

Pihaknya semakin was was dengan kondisi istrinya.  Untuk kedua kalinya ia kembali mendatangi bidan yang bersangkutan untuk meminta surat rujukan ke BLUD RSUD Praya. Namun jawaban yang diberikan sangat tidak masuk akal yakni "meminta untuk mencarikan dukun atau mantra" jawabnya

Baginya jawaban Bidan itu sangat aneh, Ia minta surat rujukan ke BLUD RSUD Praya, malah di jawab lain.

"Bukannya tidak  percaya dengan dukun beranak, namun karena kondisi istrinya yang parah bikin ia panik dan meminta untuk di rujuk, dan anehnya di tengah kegusarannya itu justru kok saya malah di suruh cari dukun," kesal suaminya 

Karena tidak ada respon baik dari kedua oknum bidan itu,  maka akhirnya ia membawa sendiri istrinya ke RS Praya dengan menggunakan mobil seadanya.

 "Karena kedua oknum bidan ini tidak mau buat rujukan, akhirnya saya larikan sendiri ke BLUD RSUD Praya, dengan mobil seadanya," Katanya.

Sesampainya di BLUD RSUD Praya, Alhamdulillah tidak butuh waktu lama, istrinya melahirkan anaknya dengan selamat. 

Atas kejadian itu  pihaknya sangat kecewa atas pelayanan petugas Kesehatan di Puskesmas Kuta. Ia berharap, kepada kepala Puskesmas Kuta, untuk mengevaluasi para bidan yang bertugas di Puskesmas Kuta tersebut.

"Saya berharap, model bidan yang kurang baik seperti  ini jangan dipertahankan, bila perlu di pecat saja, ketimbang harus mengecewakan dan merugikan pasien," Pintanya. (Dikutip dari poskotantb.com).

Sementara itu Kepala Puskesmas Kuta Kecamatan Pujut Kab. Loteng Zaenal Abidin yang dikonfirmasi media melalui WhatsApp nya (3-5-2022) menjelaskan, Awalnya pasien inisial MSD 33 tahun alamat Tumpak jam 20.40 datang bersama keluarganya ke PKM dengan keluhan sakit pinggang menjalar ke perut bagian bawah seperti ingin melahirkan. Kemudian dilakukan opserpasi oleh Petugas. Namun suami pasien tidak mau istrinya diinfus dan tidak mau  tanda tangan surat persetujuan tindakan medis.

" Yang bersangkutan tidak bersedia kalau bidan melakukan tindakan medis"

Suaminya memaksa untuk dirujuk ke RS segera. Namun diagnosa awal untuk merujuk pasien belum ada. Sehingga bidan kami belum berani merujuk nya karena takut akan dimarah oleh pihak Rumah Sakit (RS) 

Pasien dan keluarga pulang paksa dan tidak mau tanda tangan berita acara pulang paksa.

Kalaupun ada berita di media online bahwa bidan kami menyuruh ke dukun, itu tidak benar, 

Waktu itu suaminya tidak tahan menunggu bayinya lahir/keluar dan kebetulan saat itu ada dukun juga yang ikut menemani pasien,  

Bidan kami juga sempat menyampaikan, ayo.. kita padukan Medis dengan tradisional, misalnya ada yang bisa membantu memperlancar keluarnya bayi ya silakan. Kami juga setuju, tapi bukan disuruh mencari dukun tempat melahirkan. Karena  sekarang kombinasi pengobatan Medis dan tradisional di anjurkan oleh Pemerintah,  (Red)

Via Kesehatan
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini



CATATAN REDAKSI: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita dan atau konten video tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi dan/atau hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita yang dimaksud dapat dikirimkan melalui email redaksi: labulianews196@gmail.com. Terima kasih


BERITA HARI INI

Tragis di Lombok Barat: Perselisihan Ayah-Anak Berakhir Maut

Tragis di Lombok Barat: Perselisihan Ayah-Anak Berakhir Maut

Redaksi- Minggu, April 19, 2026
NTB Pulau Seribu Masjid tapi Seribu Kafe Ilegal dan Gocekan”, Massa Desak Bupati Lobar Bertindak

NTB Pulau Seribu Masjid tapi Seribu Kafe Ilegal dan Gocekan”, Massa Desak Bupati Lobar Bertindak

Rabu, April 15, 2026
Polres Loteng Amankan Empat Terduga Pengedar dan Pengguna Sabu di Tiga Lokasi Berbeda

Polres Loteng Amankan Empat Terduga Pengedar dan Pengguna Sabu di Tiga Lokasi Berbeda

Senin, April 13, 2026
APK NTB Desak Hukuman Mati atau Seumur Hidup untuk Terdakwa Pembunuhan Berencana di PN Praya

APK NTB Desak Hukuman Mati atau Seumur Hidup untuk Terdakwa Pembunuhan Berencana di PN Praya

Rabu, April 15, 2026
PU Bungkam!! Diduga Proyek Pemeliharaan Saluran Irigasi  BMS Dikerjakan Asal Asalan

PU Bungkam!! Diduga Proyek Pemeliharaan Saluran Irigasi BMS Dikerjakan Asal Asalan

Sabtu, Juli 06, 2024
KEBIJAKAN BUPATI LOTENG DIKRITIK: NAKES DIGAJI RP200 RIBU, MOBIL DINAS DIHIBAHKAN KE KEJAKSAAN

KEBIJAKAN BUPATI LOTENG DIKRITIK: NAKES DIGAJI RP200 RIBU, MOBIL DINAS DIHIBAHKAN KE KEJAKSAAN

Jumat, April 17, 2026
Pasang iklan Hub: 0812 4395 3846/0859 0311 8587. Redaksi Labulianews.id menerima undangan Press Conference, wawancara khusus, liputan khusus dan lainnya. Kami juga menerima Press Release yang berkaitan dengan Politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, olah raga, pendidikan, pembangunan Daerah, Nasional, Pariwisata, Pertanian, usaha, opini dan industri via email: labuliapost@gmail.com/ WhatsApp 0812 4395 3846/0859 0311 8587

BERITA VIRAL

NTB Pulau Seribu Masjid tapi Seribu Kafe Ilegal dan Gocekan”, Massa Desak Bupati Lobar Bertindak

NTB Pulau Seribu Masjid tapi Seribu Kafe Ilegal dan Gocekan”, Massa Desak Bupati Lobar Bertindak

Rabu, April 15, 2026
Polres Loteng Amankan Empat Terduga Pengedar dan Pengguna Sabu di Tiga Lokasi Berbeda

Polres Loteng Amankan Empat Terduga Pengedar dan Pengguna Sabu di Tiga Lokasi Berbeda

Senin, April 13, 2026
APK NTB Desak Hukuman Mati atau Seumur Hidup untuk Terdakwa Pembunuhan Berencana di PN Praya

APK NTB Desak Hukuman Mati atau Seumur Hidup untuk Terdakwa Pembunuhan Berencana di PN Praya

Rabu, April 15, 2026
PU Bungkam!! Diduga Proyek Pemeliharaan Saluran Irigasi  BMS Dikerjakan Asal Asalan

PU Bungkam!! Diduga Proyek Pemeliharaan Saluran Irigasi BMS Dikerjakan Asal Asalan

Sabtu, Juli 06, 2024
KEBIJAKAN BUPATI LOTENG DIKRITIK: NAKES DIGAJI RP200 RIBU, MOBIL DINAS DIHIBAHKAN KE KEJAKSAAN

KEBIJAKAN BUPATI LOTENG DIKRITIK: NAKES DIGAJI RP200 RIBU, MOBIL DINAS DIHIBAHKAN KE KEJAKSAAN

Jumat, April 17, 2026
Opini: Kebijakan PHK PPPK: Solusi Salah, Inkonstitusional, dan Tidak Manusiawi

Opini: Kebijakan PHK PPPK: Solusi Salah, Inkonstitusional, dan Tidak Manusiawi

Sabtu, April 04, 2026
Opini: Janji Tinggal Janji, LAZHADA Perlu Tunaikan Kontrak Politiknya

Opini: Janji Tinggal Janji, LAZHADA Perlu Tunaikan Kontrak Politiknya

Jumat, April 10, 2026
Kapolda NTB Tekankan Peran Bhabinkamtibmas dalam Kunjungan ke Polres Lombok Tengah

Kapolda NTB Tekankan Peran Bhabinkamtibmas dalam Kunjungan ke Polres Lombok Tengah

Jumat, Februari 27, 2026
NCW NTB: Dugaan Skandal MBG NTB: Menu Tidak Sesuai Anggaran dan Dugaan Korupsi Berjamaah

NCW NTB: Dugaan Skandal MBG NTB: Menu Tidak Sesuai Anggaran dan Dugaan Korupsi Berjamaah

Selasa, Februari 24, 2026
Ahmad Halim Gelar Santunan Anak Yatim, Janji Jadikan Program Tahunan

Ahmad Halim Gelar Santunan Anak Yatim, Janji Jadikan Program Tahunan

Jumat, Maret 20, 2026

BERITA POPULER

NTB Pulau Seribu Masjid tapi Seribu Kafe Ilegal dan Gocekan”, Massa Desak Bupati Lobar Bertindak

NTB Pulau Seribu Masjid tapi Seribu Kafe Ilegal dan Gocekan”, Massa Desak Bupati Lobar Bertindak

Rabu, April 15, 2026
Polres Loteng Amankan Empat Terduga Pengedar dan Pengguna Sabu di Tiga Lokasi Berbeda

Polres Loteng Amankan Empat Terduga Pengedar dan Pengguna Sabu di Tiga Lokasi Berbeda

Senin, April 13, 2026
APK NTB Desak Hukuman Mati atau Seumur Hidup untuk Terdakwa Pembunuhan Berencana di PN Praya

APK NTB Desak Hukuman Mati atau Seumur Hidup untuk Terdakwa Pembunuhan Berencana di PN Praya

Rabu, April 15, 2026
PU Bungkam!! Diduga Proyek Pemeliharaan Saluran Irigasi  BMS Dikerjakan Asal Asalan

PU Bungkam!! Diduga Proyek Pemeliharaan Saluran Irigasi BMS Dikerjakan Asal Asalan

Sabtu, Juli 06, 2024
KEBIJAKAN BUPATI LOTENG DIKRITIK: NAKES DIGAJI RP200 RIBU, MOBIL DINAS DIHIBAHKAN KE KEJAKSAAN

KEBIJAKAN BUPATI LOTENG DIKRITIK: NAKES DIGAJI RP200 RIBU, MOBIL DINAS DIHIBAHKAN KE KEJAKSAAN

Jumat, April 17, 2026
Opini: Kebijakan PHK PPPK: Solusi Salah, Inkonstitusional, dan Tidak Manusiawi

Opini: Kebijakan PHK PPPK: Solusi Salah, Inkonstitusional, dan Tidak Manusiawi

Sabtu, April 04, 2026
Opini: Janji Tinggal Janji, LAZHADA Perlu Tunaikan Kontrak Politiknya

Opini: Janji Tinggal Janji, LAZHADA Perlu Tunaikan Kontrak Politiknya

Jumat, April 10, 2026
Kapolda NTB Tekankan Peran Bhabinkamtibmas dalam Kunjungan ke Polres Lombok Tengah

Kapolda NTB Tekankan Peran Bhabinkamtibmas dalam Kunjungan ke Polres Lombok Tengah

Jumat, Februari 27, 2026
NCW NTB: Dugaan Skandal MBG NTB: Menu Tidak Sesuai Anggaran dan Dugaan Korupsi Berjamaah

NCW NTB: Dugaan Skandal MBG NTB: Menu Tidak Sesuai Anggaran dan Dugaan Korupsi Berjamaah

Selasa, Februari 24, 2026
Ahmad Halim Gelar Santunan Anak Yatim, Janji Jadikan Program Tahunan

Ahmad Halim Gelar Santunan Anak Yatim, Janji Jadikan Program Tahunan

Jumat, Maret 20, 2026

Labulianews. id
LABULIANEWS.COM adalah portal berita yang menyajikan berita, informasi dan data secara faktual, berimbang dan mengikuti kaidah-kaidah jurnalistik, bertanggungjawab dan mentaati kode etik jurnalistik.
© www.labulianews.id
  • DOKUMEN PERUSAHAAN
  • HUBUNGI
  • PEDOMAN KODE ETIK
  • REDAKSI
  • SINGGAHAN