• Buy Now!
  • Forums
  • Sign in / Join

Labulianews. id


 

Mega Menu

  • News
  • Berita Nasional
    • PENDIDIKAN
    • PERISTIWA
    • TEKNOLOGI
    • EKONOMI
    • OLAHRAGA
    • TNI
    • POLRI
    • HUKRIM
    • POLITIK
  • Provinsi NTB
    • SUMBAWA
    • LOMBOK BARAT
    • LOMBOK TENGAH
    • LOMBOK TIMUR
    • LOMBOK UTARA
    • BIMA
    • DOMPU
    • BERITA DESA
    • MATARAM
    • SUMBAWA BARAT
      • Home - Homepage
      • Home - Post Single
      • Home - Post Label
      • Home - Post Search
      • Home - Post Archive
      • Home - Eror 404
      • Changelog
        New
Labulianews. id
Telusuri

Beranda Kesehatan Oknum Bidan Diduga Menelantarkan Ibu Hamil Yang Mau Melahirkan. Ini Penjelasan Kepala Puskesmas Kuta.
Kesehatan

Oknum Bidan Diduga Menelantarkan Ibu Hamil Yang Mau Melahirkan. Ini Penjelasan Kepala Puskesmas Kuta.

REDAKSI L News
REDAKSI L News
03 Mei, 2022 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Labulianews.com. Loteng,  Diduga dua orang oknum bidan honorer yang bertugas di Puskesmas Kuta Kecamatan Pujut Kab. Lombok Tengah (Loteng), menelantarkan sorang  pasien inisial MSD yang hendak melahirkan bayinya. Hal itu dikatakan oleh Mawardi salah seorang warga Keluarga pasien  ke Media (3-5-2022)

Kedua orang oknum bidan honorer tersebut masing masing inisial RM dan MS, Kata Mawardi

Mawardi suami dari pasien yang di konfirmasi media membenarkan, kalau kedua orang oknum bidan honorer tersebut dituding menelantarkan istrinya yang akan melahirkan bayinya di Puskesmas Kuta Kecamatan Pujut.

 "Saya selaku suaminya melihat langsung dan mengalaminya sendiri, bagaimana kedua orang oknum bidan ini tidak mau mengurus dengan baik istrinya yang mau melahirkan," keluhnya Selasa (3/5).

Lanjut, adapun kronologis kejadiannya bahwa ia bersama istrinya dan keluarga datang dari Desa Tumpak ke Puskesmas Kuta. Kedatangannya bersama keluarga untuk mengantarkan istrinya  yang mau melahirkan. Setibanya di lokasi, istrinya sempat mendapatkan Pertolongan oleh kedua bidan honorer itu, yang kebetulan dia piket malam itu.ujarnya

"Awalnya pas saya datang malam itu, yakni malam Senin, memang sempat mendapatkan pertolongan, dan melihat kondisi istrinya, kemudian saya minta untuk ditangani sesegera mungkin, namun tidak ada usaha sedikitpun yang dilakukan oleh kedua oknum bidan yang piket malam itu, ' tuturnya.

Karena tidak adanya penanganan serius, akhirnya pihaknya meminta untuk di rujuk ke BLUD RSUD Praya, agar mendapatkan pertolongan lebih, mengingat kondisi istrinya yang sudah parah, jelasnya. Akan tetapi, kedua bidan honorer tersebut tidak mau memberikan surat rujukan. 

Pihaknya semakin was was dengan kondisi istrinya.  Untuk kedua kalinya ia kembali mendatangi bidan yang bersangkutan untuk meminta surat rujukan ke BLUD RSUD Praya. Namun jawaban yang diberikan sangat tidak masuk akal yakni "meminta untuk mencarikan dukun atau mantra" jawabnya

Baginya jawaban Bidan itu sangat aneh, Ia minta surat rujukan ke BLUD RSUD Praya, malah di jawab lain.

"Bukannya tidak  percaya dengan dukun beranak, namun karena kondisi istrinya yang parah bikin ia panik dan meminta untuk di rujuk, dan anehnya di tengah kegusarannya itu justru kok saya malah di suruh cari dukun," kesal suaminya 

Karena tidak ada respon baik dari kedua oknum bidan itu,  maka akhirnya ia membawa sendiri istrinya ke RS Praya dengan menggunakan mobil seadanya.

 "Karena kedua oknum bidan ini tidak mau buat rujukan, akhirnya saya larikan sendiri ke BLUD RSUD Praya, dengan mobil seadanya," Katanya.

Sesampainya di BLUD RSUD Praya, Alhamdulillah tidak butuh waktu lama, istrinya melahirkan anaknya dengan selamat. 

Atas kejadian itu  pihaknya sangat kecewa atas pelayanan petugas Kesehatan di Puskesmas Kuta. Ia berharap, kepada kepala Puskesmas Kuta, untuk mengevaluasi para bidan yang bertugas di Puskesmas Kuta tersebut.

"Saya berharap, model bidan yang kurang baik seperti  ini jangan dipertahankan, bila perlu di pecat saja, ketimbang harus mengecewakan dan merugikan pasien," Pintanya. (Dikutip dari poskotantb.com).

Sementara itu Kepala Puskesmas Kuta Kecamatan Pujut Kab. Loteng Zaenal Abidin yang dikonfirmasi media melalui WhatsApp nya (3-5-2022) menjelaskan, Awalnya pasien inisial MSD 33 tahun alamat Tumpak jam 20.40 datang bersama keluarganya ke PKM dengan keluhan sakit pinggang menjalar ke perut bagian bawah seperti ingin melahirkan. Kemudian dilakukan opserpasi oleh Petugas. Namun suami pasien tidak mau istrinya diinfus dan tidak mau  tanda tangan surat persetujuan tindakan medis.

" Yang bersangkutan tidak bersedia kalau bidan melakukan tindakan medis"

Suaminya memaksa untuk dirujuk ke RS segera. Namun diagnosa awal untuk merujuk pasien belum ada. Sehingga bidan kami belum berani merujuk nya karena takut akan dimarah oleh pihak Rumah Sakit (RS) 

Pasien dan keluarga pulang paksa dan tidak mau tanda tangan berita acara pulang paksa.

Kalaupun ada berita di media online bahwa bidan kami menyuruh ke dukun, itu tidak benar, 

Waktu itu suaminya tidak tahan menunggu bayinya lahir/keluar dan kebetulan saat itu ada dukun juga yang ikut menemani pasien,  

Bidan kami juga sempat menyampaikan, ayo.. kita padukan Medis dengan tradisional, misalnya ada yang bisa membantu memperlancar keluarnya bayi ya silakan. Kami juga setuju, tapi bukan disuruh mencari dukun tempat melahirkan. Karena  sekarang kombinasi pengobatan Medis dan tradisional di anjurkan oleh Pemerintah,  (Red)

Via Kesehatan
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini



CATATAN REDAKSI: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita dan atau konten video tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi dan/atau hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita yang dimaksud dapat dikirimkan melalui email redaksi: labulianews196@gmail.com. Terima kasih



BERITA HARI INI

Pemkab Lombok Barat Arahkan Anggaran 2027 untuk Kualitas SDM dan Kesejahteraan

Pemkab Lombok Barat Arahkan Anggaran 2027 untuk Kualitas SDM dan Kesejahteraan

Redaksi- Selasa, September 01, 2026
Titipan Warga Stanggor: Ketika Calon Enggan Maju Tapi Dipaksa Maju

Titipan Warga Stanggor: Ketika Calon Enggan Maju Tapi Dipaksa Maju

Kamis, Agustus 27, 2026
Dari Hadrah ke Kotak Suara: Pilkades Labulia Dibuka dengan Adab

Dari Hadrah ke Kotak Suara: Pilkades Labulia Dibuka dengan Adab

Kamis, Agustus 27, 2026
Langkah Pertama di Langko: Zulkipli Buka Pendaftaran dengan Arak-arakan

Langkah Pertama di Langko: Zulkipli Buka Pendaftaran dengan Arak-arakan

Rabu, Agustus 26, 2026
Pondok Pesantren Abul Barokat Diduga Lakukan Pungutan Liar, Aktivis NTB Kecam

Pondok Pesantren Abul Barokat Diduga Lakukan Pungutan Liar, Aktivis NTB Kecam

Minggu, Juli 06, 2025
Silak Bareng-Bareng Berkerise, Saripul Mian Tawarkan Desa Dakung Digital

Silak Bareng-Bareng Berkerise, Saripul Mian Tawarkan Desa Dakung Digital

Rabu, Agustus 26, 2026
Pasang iklan Hub: 0812 4395 3846/0859 0311 8587. Redaksi Labulianews.id menerima undangan Press Conference, wawancara khusus, liputan khusus dan lainnya. Kami juga menerima Press Release yang berkaitan dengan Politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, olah raga, pendidikan, pembangunan Daerah, Nasional, Pariwisata, Pertanian, usaha, opini dan industri via email: labuliapost@gmail.com/ WhatsApp 0812 4395 3846/0859 0311 8587

BERITA VIRAL

Titipan Warga Stanggor: Ketika Calon Enggan Maju Tapi Dipaksa Maju

Titipan Warga Stanggor: Ketika Calon Enggan Maju Tapi Dipaksa Maju

Kamis, Agustus 27, 2026
Dari Hadrah ke Kotak Suara: Pilkades Labulia Dibuka dengan Adab

Dari Hadrah ke Kotak Suara: Pilkades Labulia Dibuka dengan Adab

Kamis, Agustus 27, 2026
Langkah Pertama di Langko: Zulkipli Buka Pendaftaran dengan Arak-arakan

Langkah Pertama di Langko: Zulkipli Buka Pendaftaran dengan Arak-arakan

Rabu, Agustus 26, 2026
Pondok Pesantren Abul Barokat Diduga Lakukan Pungutan Liar, Aktivis NTB Kecam

Pondok Pesantren Abul Barokat Diduga Lakukan Pungutan Liar, Aktivis NTB Kecam

Minggu, Juli 06, 2025
Silak Bareng-Bareng Berkerise, Saripul Mian Tawarkan Desa Dakung Digital

Silak Bareng-Bareng Berkerise, Saripul Mian Tawarkan Desa Dakung Digital

Rabu, Agustus 26, 2026
Lalu Alwan Maju Pilkades Semparu 2026, Usung Visi Desa HEBAT

Lalu Alwan Maju Pilkades Semparu 2026, Usung Visi Desa HEBAT

Minggu, Agustus 23, 2026
5 Bulan Bolak-balik Lunyuk-Mataram Demi Tagih Utang Rp1 M

5 Bulan Bolak-balik Lunyuk-Mataram Demi Tagih Utang Rp1 M

Selasa, Agustus 25, 2026
Sepatu Raib di Serambi Masjid Tua, Jamaah Praya Minta Rasa Aman Dipulihkan

Sepatu Raib di Serambi Masjid Tua, Jamaah Praya Minta Rasa Aman Dipulihkan

Jumat, Agustus 21, 2026
Panitia Konferensi Provinsi PWI NTB 2025 Matangkan Persiapan Pelaksanaan

Panitia Konferensi Provinsi PWI NTB 2025 Matangkan Persiapan Pelaksanaan

Senin, Juli 07, 2025
Puskesmas Gunungsari Mengadakan Pelatihan Kehumasan dan Pengelolaan Media Komunikasi Publik

Puskesmas Gunungsari Mengadakan Pelatihan Kehumasan dan Pengelolaan Media Komunikasi Publik

Sabtu, Juli 05, 2025

BERITA POPULER

Titipan Warga Stanggor: Ketika Calon Enggan Maju Tapi Dipaksa Maju

Titipan Warga Stanggor: Ketika Calon Enggan Maju Tapi Dipaksa Maju

Kamis, Agustus 27, 2026
Dari Hadrah ke Kotak Suara: Pilkades Labulia Dibuka dengan Adab

Dari Hadrah ke Kotak Suara: Pilkades Labulia Dibuka dengan Adab

Kamis, Agustus 27, 2026
Langkah Pertama di Langko: Zulkipli Buka Pendaftaran dengan Arak-arakan

Langkah Pertama di Langko: Zulkipli Buka Pendaftaran dengan Arak-arakan

Rabu, Agustus 26, 2026
Pondok Pesantren Abul Barokat Diduga Lakukan Pungutan Liar, Aktivis NTB Kecam

Pondok Pesantren Abul Barokat Diduga Lakukan Pungutan Liar, Aktivis NTB Kecam

Minggu, Juli 06, 2025
Silak Bareng-Bareng Berkerise, Saripul Mian Tawarkan Desa Dakung Digital

Silak Bareng-Bareng Berkerise, Saripul Mian Tawarkan Desa Dakung Digital

Rabu, Agustus 26, 2026
Lalu Alwan Maju Pilkades Semparu 2026, Usung Visi Desa HEBAT

Lalu Alwan Maju Pilkades Semparu 2026, Usung Visi Desa HEBAT

Minggu, Agustus 23, 2026
5 Bulan Bolak-balik Lunyuk-Mataram Demi Tagih Utang Rp1 M

5 Bulan Bolak-balik Lunyuk-Mataram Demi Tagih Utang Rp1 M

Selasa, Agustus 25, 2026
Sepatu Raib di Serambi Masjid Tua, Jamaah Praya Minta Rasa Aman Dipulihkan

Sepatu Raib di Serambi Masjid Tua, Jamaah Praya Minta Rasa Aman Dipulihkan

Jumat, Agustus 21, 2026
Panitia Konferensi Provinsi PWI NTB 2025 Matangkan Persiapan Pelaksanaan

Panitia Konferensi Provinsi PWI NTB 2025 Matangkan Persiapan Pelaksanaan

Senin, Juli 07, 2025
Puskesmas Gunungsari Mengadakan Pelatihan Kehumasan dan Pengelolaan Media Komunikasi Publik

Puskesmas Gunungsari Mengadakan Pelatihan Kehumasan dan Pengelolaan Media Komunikasi Publik

Sabtu, Juli 05, 2025

Labulianews. id
LABULIANEWS.COM adalah portal berita yang menyajikan berita, informasi dan data secara faktual, berimbang dan mengikuti kaidah-kaidah jurnalistik, bertanggungjawab dan mentaati kode etik jurnalistik.
© www.labulianews.id
  • DOKUMEN PERUSAHAAN
  • HUBUNGI
  • PEDOMAN KODE ETIK
  • REDAKSI
  • SINGGAHAN