FP4 NTB Sebut Kadinkes Loteng “Linglung”, Upah Nakes P3K Rp200 Ribu Dicap Tidak Manusiawi
Praya, labulianews.id (22/4/2026)– Polemik upah Tenaga Kesehatan P3K Paruh Waktu di Lombok Tengah kembali memanas. Forum Peduli Pembangunan dan Pelayanan Publik (FP4 NTB) menilai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah menunjukkan sikap "linglung" karena mencampuradukkan gaji pokok dengan dana kapitasi.
Direktur FP4 NTB, Lalu Habiburrahman, menegaskan pernyataan Kadinkes tersebut tidak menyentuh akar masalah sebenarnya.
"Kepala Dinas terlihat linglung karena tidak bisa membedakan mana gaji pokok sebagai hak normatif dan mana kapitasi sebagai jasa pelayanan. Masalah utama di sini bukan soal kapitasi atau pendapatan lain-lain, melainkan murni masalah besaran gaji pokok yang sangat tidak manusiawi dan menghina martabat kemanusiaan," tegas Habiburrahman, Selasa 21/4/2026.
*Kapitasi Dinilai Jadi Alibi*
Menurut FP4 NTB, klaim Kadinkes bahwa total pendapatan nakes bisa mencapai Rp1,7 juta lewat tambahan kapitasi perlu diuji transparansinya di depan publik. Faktanya, dana kapitasi bersifat fluktuatif dan nakes paruh waktu sering ditempatkan sebagai penerima bagian paling akhir setelah ASN atau P3K umum terpenuhi.
"Menjadikan kapitasi sebagai alibi untuk melegitimasi upah pokok Rp200 ribu adalah bentuk pelepasan tanggung jawab daerah yang sangat fatal," lanjutnya.
*Desak Perbaikan di APBD Perubahan*
Habiburrahman mendesak agar Pemkab Lombok Tengah berhenti berpolemik di ranah teknis yang keliru dan mulai fokus pada solusi konkret.
"Jangan jadikan dana kapitasi sebagai alat untuk melempar tanggung jawab daerah dalam memberikan honorarium yang manusiawi. Upah pokok Rp200 ribu tetaplah sebuah penghinaan terhadap standar upah layak dan pengabdian nakes di garda terdepan pelayanan publik," ujarnya.
Ia mengingatkan agar perbaikan upah pokok nakes paruh waktu dimasukkan dalam APBD Perubahan mendatang. "Sebelum kualitas pelayanan kesehatan di Lombok Tengah benar-benar runtuh akibat matinya empati kebijakan," tutup Habiburrahman.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kadikes Loteng terkait Kritikan tersebut. Perkembangan lebih lanjut akan kami pantau. (ms)

