Sentil "Wartawan Bodrex", Kapolres Loteng: Jangan Takuti Publik Jelang MotoGP
Labulianews. Id (25/4/2026) Bupati Lombok Tengah, HL. Pathul Bahri, resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lombok Tengah, Jumat (24/4/2026). Acara digelar di Raja Hotel Mandalika, Lombok.
Dalam sambutannya, Bupati Pathul menekankan pentingnya penyampaian informasi yang komprehensif kepada publik. Ia mengingatkan, pemberitaan setengah-setengah justru memicu persepsi dan tafsir berbeda di masyarakat yang tidak sesuai pokok persoalan.
"Informasi harus utuh. Kalau disampaikan sepotong, masyarakat bisa salah menafsirkan," tegas Pathul.
Ajak Wartawan Ikut "Emosional" Demi Citra Daerah:
Bupati juga mengajak insan pers untuk sesekali ikut "emosional" memberitakan hal-hal yang luput dari pantauan publik, namun nyata terjadi dan berdampak buruk pada citra Pemkab.
Ia mencontohkan dinamika di Lombok Tengah yang hampir tiap pekan muncul persoalan ke publik. Menurutnya, itu justru tanda kemajuan daerah yang harus dicarikan solusi bersama.
"Seperti beberapa hari kemarin, ada demo nakes di Lombok Tengah. Tapi yang ikut demo justru dari wilayah tetangga. Nah kalau ini mestinya wartawan ikut marah dan memberitakan," ujar Bupati.
Pathul juga berpesan agar wartawan terus meningkatkan kapasitas. Ia berharap berita yang ditulis memiliki korelasi kuat dengan kutipan narasumber. Dirinya mengaku pernah mengalami ucapannya dikutip wartawan, namun komentar yang dimuat tidak nyambung.
"Maksud saya, dalam memberitakan suatu persoalan, harus benar-benar dipahami konstruksi persoalannya sehingga aman dan nyaman ketika ditulis beritanya," imbuhnya.
Kapolres Soroti "Wartawan Bodrex" dan Dampak Pemberitaan MotoGP
Sementara itu, Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K., yang turut memberi sambutan, menyoroti maraknya "wartawan bodrex" yang memuat berita tanpa konfirmasi.
Menurut Kapolres, kelompok ini kerap menakut-nakuti masyarakat maupun pejabat dan tidak mendukung pembangunan daerah.
"Misalkan, nanti saat jelang MotoGP, beritanya hotel penuh, tidak aman. Jadi masyarakat luar yang akan datang ke sini jadi takut. Takut tidak dapat tempat menginap dan lainnya," kata Eko.
Dari pengamatannya selama tiga musim MotoGP, meski penonton meningkat signifikan, gaung citra baik dalam pemberitaan justru menurun. Akibatnya, sejumlah Pejabat Tinggi dan relasinya urung datang ke Lombok Tengah.
"Ini karena pemberitaan di Mandalika susah hotel, di Mandalika susah transportasi, di Mandalika mahal makanan," ucapnya.
Kapolres berharap ke depan jadi tugas bersama untuk memberitakan hal baik dan menarik. Tujuannya, mewujudkan pers berkualitas untuk pariwisata berdaya saing di Lombok Tengah yang MAS MIRAH: Mandiri, Aman, Sejahtera, Mulia, Istimewa, Religius, Amanah, Harmonis. (*)

