24 C
id
  • Buy Now!
  • Forums
  • Sign in / Join
Labulianews. id

Mega Menu

  • News
  • Berita Nasional
    • PENDIDIKAN
    • PERISTIWA
    • TEKNOLOGI
    • EKONOMI
    • OLAHRAGA
    • TNI
    • POLRI
    • HUKRIM
    • POLITIK
  • Provinsi NTB
    • SUMBAWA
    • LOMBOK BARAT
    • LOMBOK TENGAH
    • LOMBOK TIMUR
    • LOMBOK UTARA
    • BIMA
    • DOMPU
    • BERITA DESA
    • MATARAM
    • SUMBAWA BARAT
      • Home - Homepage
      • Home - Post Single
      • Home - Post Label
      • Home - Post Search
      • Home - Post Archive
      • Home - Eror 404
      • Changelog
        New
Labulianews. id
Telusuri
Beranda Kesehatan Akibat PMK, Peternak Loteng Mulai Cemas, Obatnya Dipasaran Habis, ini Penjelasannya
Kesehatan

Akibat PMK, Peternak Loteng Mulai Cemas, Obatnya Dipasaran Habis, ini Penjelasannya

REDAKSI L News
REDAKSI L News
12 Jun, 2022 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Salah satu kandang ternak sapi kolektif yang terjangkit PMK di Dusun Tandek Desa Labulia Kec. Jonggat Kab. Loteng (foto)

Lombok Tengah (NTB) Labulianews.com  Meningkatnya jumlah hewan,  ternak sapi yang diduga terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kab. Lombok Tengah Khususnya di Kecamatan Jonggat membuat warga,  para petani ternak  semakin merasa cemas. 

Kecemasan warga, para peternak tersebut sangat beralasan sebab perkembangan penularan PMK semakin meluas, sementara stok obat di tokok toko resmi yang menjual obat dan vitamin untuk hewan sudah tidak ada atau sudah habis terjual dipasaran. Sementara pihak penjual obat pun belum bisa memastikan  kapan stok obat akan ada atau datang lagi.

Hasil pantauan awak media (9/6) ke beberapa toko obat   resmi yang menjual obat untuk hewan di Mataram dan Praya,  bahwa benar adanya yakni obat hewan untuk sejenis obat menurunkan panas, nyeri, demam, antibiotik dan vitamin sudah habis terjual semua dipasaran atau stok kosong.

Beberapa  pemilik toko obat resmi seperti Toko Sinta di Mataram yang dikonfirmasi media mengatakan, obat sejenis itu sudah habis, kita sudah pesan barangnya (obat) namun kami belum bisa memastikan kapan obat (barangnya) tersebut akan datang, kata Ongko pemilik toko obat hewan terbesar di NTB itu 

Kelangkaan obat jenis tersebut di benarkan juga oleh drh. Pebrina.  Kami sudah keliling cari di toko toko obat hewan di Mataram dan Praya, namun semuanya kosong atau habis terjual. Sehingga untuk membantu peternak dan mencegah meluasnya PMK serta menghindari kerugian warga yang lebih fatal maka kami dengan biaya pribadi meminta bantuan teman di Denpasar Bali untuk mengirimkan ke Lombok dan itupun jumlahnya sangat terbatas, kata drh. Pebrina ke Labulianews.com (9/6)

"Belum ada bantuan obat gratis dari Dinas, ini upaya dan usaha kami sendiri untuk membantu dan menolong peternak guna menghindari kerugian yang lebih fatal dan mencegah penularan PMK," katanya

PMK atau dikenal juga sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) dan Apthtae Epizooticae adalah penyakit hewan menular bersifat akut yang disebabkan virus. Penyakit ini dapat menyebar dengan sangat cepat mengikuti arus transportasi daging, udara dan ternak terinfeksi. Warga jangan panik sebab  penyakit ini dapat disembuhkan, ujarnya

Sementara itu Kepala UPT Pertanian Jonggat Haji Idham Khalid yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon (10/6) menjelaskan, Dik..saya ini belum pulang pulang  ke rumah demi menolong dan menyelamatkan hewan ternak warga. Saya sedih melihat dan mendengar keluhan warga tetapi saya harus berbuat apa, penyakit ini kami tidak pernah prediksi akan datang seperti ini, ujarnya

Jujur saya katakan hingga saat ini anggaran dari Dinas atau Pemkab. Loteng untuk penanganan PMK ini belum ada. Kalaupun katanya ada itu jumlahnya sangat kecil. Dan itupun kami belum terima sampai saat ini. Sehingga sebagai tanggungjawab moral kami, hanya bisa membantu dan menolong menyelamatkan ternak sapi warga secara swadaya, sambil menunggu bantuan dari Pemerintah, ujarnya

Di se Kec. Jonggat sudah ribuan sapi warga terkena PMK, sementara obat dipasaran kosong, kita sudah berusaha dan berupaya cari kemana mana, tetapi barangnya kosong, kalaupun barangnya (obat) ada berapapun harganya kita akan beli demi menyelamatkan sapi warga, tegas Haji Idham

Disetiap ada pertemuan, rapat rapat di Kabupaten saya ini yang paling lantang memperjuangkan anggaran untuk penanganan PMK tersebut. Sebab saya tau persis dan rasakan apa yang dialami dan dirasakan oleh warga atau peternak itu sendiri, saya juga peternak sapi, ujarnya

Kami sudah perjuangkan anggaran melalui BPBD Kabupaten Loteng, tetapi lagi lagi terbentur sama regulasi dan aturan pemerintah sebab PMK tidak termasuk dalam tanggap darurat kecuali penyakit Antraks, jelasnya

Haji Idham Khalid menghimbau kepada warga, peternak sapi agar jangan panik, jangan terprovokasi oleh oknum oknum yang tidak bertangungjawab,  menggunakan kesempatan dalam kepanikan warga sehingga membeli atau menjual ternak sapinya dengan harga yang sangat murah, karena penyakit PMK ini tidak berbahaya dan bisa disembuhkan, tingkat kesembuhannya sangat tinggi.

Sementara itu Kadis Pertanian Lombok Tengah Taufikurrahman yang dikonfirmasi media melalui WhatsApp (10/6) menjelaskan bahwa sampai saat ini kami belum memiliki obat, dan juga tidak ada insentif untuk pengobatan.

Pada kondisi seperti ini, dan dalam kondisi serangan PMK sangat masif dan sifat penularan nya yang sangat tinggi, tentunya akan dihadapkan pada pilihan, menunggu obat pemerintah yang gratis atau berinisiatif melayani agar jangan sampai kerugian yang fatal terjadi.

Upaya pelayanan yang dilakukan untuk mencegah kejadian fatal terjadi harus mendapatkan persetujuan dari masyarakat yang akan dilayani, jika tidak disetujui, petugas kami juga tidak akan berani memberikan pelayanan swadaya.

Banyak petugas kami di lapangan melakukan upaya penyediaan obat sendiri dan tentunya obat itu dibeli dengan uang pribadi sehingga mereka harus mendapatkan pengganti pembelian.

Hal itupun harus mendapatkan persetujuan masyarakat yang akan dilayani, dan kerap kali juga ada yang blm mampu membayar.

Sampai hari ini, sabtu 11 juni 2022, kami belum memiliki obat, walaupun kontrak pembelian sudah dilakukan, hal ini karena stok obat ternak yang biasa digunakan untuk.mengobati efek sekunder dari PMK sudah sangat terbatas.

Pengobatan nya pun tidak bisa dilakukan hanya sekali, karena penyakit ini dapat dikatakan sebagai penyakit baru, dan pemerintah tidak pernah memperkirakan penyakit ini akan muncul saat ini.

Penyakit ini memiliki tingkat serangan yang sangat tinggi (90-100%), namun jika dapat diobati efek sekundernya, maka kerugian yang fatal seperti kematian, dapat dihindari.

Jika nanti obat pemerintah sudah tersedia, tentunya masyarakat tidak perlu membayar pengobatan oleh  dokter/paramedis pemerintah.

Alangkah baiknya juga, pada saat masyarakat memanggil petugas, cobalah ditanyakan identitasnya agar kita mengetahui Kejelasan status mereka sebagai PNS atau petugas swasta, tutup nya (red)









Via Kesehatan
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini



CATATAN REDAKSI: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita dan atau konten video tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi dan/atau hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita yang dimaksud dapat dikirimkan melalui email redaksi: labulianews196@gmail.com. Terima kasih


BERITA HARI INI

SMSI dan Solopos Institute Gelar UKW Muda Gratis untuk Wartawan NTB

SMSI dan Solopos Institute Gelar UKW Muda Gratis untuk Wartawan NTB

Redaksi- Selasa, Juni 09, 2026
PELANTIKAN PAW DPRD LOTENG DIUJUNG TANDUK

PELANTIKAN PAW DPRD LOTENG DIUJUNG TANDUK

Selasa, Mei 12, 2026
Tunggakan Sewa Mobil dan Polemik Dapur Bergizi: Ujian Transparansi SPPG Babussalam 02

Tunggakan Sewa Mobil dan Polemik Dapur Bergizi: Ujian Transparansi SPPG Babussalam 02

Selasa, Mei 12, 2026
Pemilik Kafe Putri di Suranadi Dilaporkan ke Polisi, Dugaan LC di Bawah Umur dan Penganiayaan Mencuat

Pemilik Kafe Putri di Suranadi Dilaporkan ke Polisi, Dugaan LC di Bawah Umur dan Penganiayaan Mencuat

Rabu, Mei 27, 2026
Tim Resmob Polresta Mataram Ringkus Eks Prajurit TNI AD, ini Alasannya

Tim Resmob Polresta Mataram Ringkus Eks Prajurit TNI AD, ini Alasannya

Jumat, Mei 22, 2026
Alfamart Buka Lagi di Lombok Tengah, Warga Tanya: Atas Dasar Hukum Apa?

Alfamart Buka Lagi di Lombok Tengah, Warga Tanya: Atas Dasar Hukum Apa?

Jumat, Mei 22, 2026
Pasang iklan Hub: 0812 4395 3846/0859 0311 8587. Redaksi Labulianews.id menerima undangan Press Conference, wawancara khusus, liputan khusus dan lainnya. Kami juga menerima Press Release yang berkaitan dengan Politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, olah raga, pendidikan, pembangunan Daerah, Nasional, Pariwisata, Pertanian, usaha, opini dan industri via email: labuliapost@gmail.com/ WhatsApp 0812 4395 3846/0859 0311 8587

BERITA VIRAL

PELANTIKAN PAW DPRD LOTENG DIUJUNG TANDUK

PELANTIKAN PAW DPRD LOTENG DIUJUNG TANDUK

Selasa, Mei 12, 2026
Tunggakan Sewa Mobil dan Polemik Dapur Bergizi: Ujian Transparansi SPPG Babussalam 02

Tunggakan Sewa Mobil dan Polemik Dapur Bergizi: Ujian Transparansi SPPG Babussalam 02

Selasa, Mei 12, 2026
Pemilik Kafe Putri di Suranadi Dilaporkan ke Polisi, Dugaan LC di Bawah Umur dan Penganiayaan Mencuat

Pemilik Kafe Putri di Suranadi Dilaporkan ke Polisi, Dugaan LC di Bawah Umur dan Penganiayaan Mencuat

Rabu, Mei 27, 2026
Tim Resmob Polresta Mataram Ringkus Eks Prajurit TNI AD, ini Alasannya

Tim Resmob Polresta Mataram Ringkus Eks Prajurit TNI AD, ini Alasannya

Jumat, Mei 22, 2026
Alfamart Buka Lagi di Lombok Tengah, Warga Tanya: Atas Dasar Hukum Apa?

Alfamart Buka Lagi di Lombok Tengah, Warga Tanya: Atas Dasar Hukum Apa?

Jumat, Mei 22, 2026
SK Mati, Jabatan Jalan Terus: Komisioner KPID NTB Diadukan ke KPI Pusat dan BPK

SK Mati, Jabatan Jalan Terus: Komisioner KPID NTB Diadukan ke KPI Pusat dan BPK

Jumat, Mei 22, 2026
SEMESTA NTB Buka Dugaan “Pintu Belakang” Izin Ritel Modern di Lombok Tengah

SEMESTA NTB Buka Dugaan “Pintu Belakang” Izin Ritel Modern di Lombok Tengah

Kamis, Mei 21, 2026
Berita Tamparan di Kafe Putri, Ancaman Menyusul ke WhatsApp Wartawan

Berita Tamparan di Kafe Putri, Ancaman Menyusul ke WhatsApp Wartawan

Kamis, Mei 28, 2026
Kemacetan Puluhan Kilometer Lumpuhkan Jalan Provinsi di Batu Kliang

Kemacetan Puluhan Kilometer Lumpuhkan Jalan Provinsi di Batu Kliang

Senin, Mei 25, 2026
PMI Lombok Barat Bantah Tuduhan Korupsi Rp150 Juta, Tegaskan Komitmen Transparansi Anggaran

PMI Lombok Barat Bantah Tuduhan Korupsi Rp150 Juta, Tegaskan Komitmen Transparansi Anggaran

Kamis, Mei 14, 2026

BERITA POPULER

PELANTIKAN PAW DPRD LOTENG DIUJUNG TANDUK

PELANTIKAN PAW DPRD LOTENG DIUJUNG TANDUK

Selasa, Mei 12, 2026
Tunggakan Sewa Mobil dan Polemik Dapur Bergizi: Ujian Transparansi SPPG Babussalam 02

Tunggakan Sewa Mobil dan Polemik Dapur Bergizi: Ujian Transparansi SPPG Babussalam 02

Selasa, Mei 12, 2026
Pemilik Kafe Putri di Suranadi Dilaporkan ke Polisi, Dugaan LC di Bawah Umur dan Penganiayaan Mencuat

Pemilik Kafe Putri di Suranadi Dilaporkan ke Polisi, Dugaan LC di Bawah Umur dan Penganiayaan Mencuat

Rabu, Mei 27, 2026
Tim Resmob Polresta Mataram Ringkus Eks Prajurit TNI AD, ini Alasannya

Tim Resmob Polresta Mataram Ringkus Eks Prajurit TNI AD, ini Alasannya

Jumat, Mei 22, 2026
Alfamart Buka Lagi di Lombok Tengah, Warga Tanya: Atas Dasar Hukum Apa?

Alfamart Buka Lagi di Lombok Tengah, Warga Tanya: Atas Dasar Hukum Apa?

Jumat, Mei 22, 2026
SK Mati, Jabatan Jalan Terus: Komisioner KPID NTB Diadukan ke KPI Pusat dan BPK

SK Mati, Jabatan Jalan Terus: Komisioner KPID NTB Diadukan ke KPI Pusat dan BPK

Jumat, Mei 22, 2026
SEMESTA NTB Buka Dugaan “Pintu Belakang” Izin Ritel Modern di Lombok Tengah

SEMESTA NTB Buka Dugaan “Pintu Belakang” Izin Ritel Modern di Lombok Tengah

Kamis, Mei 21, 2026
Berita Tamparan di Kafe Putri, Ancaman Menyusul ke WhatsApp Wartawan

Berita Tamparan di Kafe Putri, Ancaman Menyusul ke WhatsApp Wartawan

Kamis, Mei 28, 2026
Kemacetan Puluhan Kilometer Lumpuhkan Jalan Provinsi di Batu Kliang

Kemacetan Puluhan Kilometer Lumpuhkan Jalan Provinsi di Batu Kliang

Senin, Mei 25, 2026
PMI Lombok Barat Bantah Tuduhan Korupsi Rp150 Juta, Tegaskan Komitmen Transparansi Anggaran

PMI Lombok Barat Bantah Tuduhan Korupsi Rp150 Juta, Tegaskan Komitmen Transparansi Anggaran

Kamis, Mei 14, 2026

Labulianews. id
LABULIANEWS.COM adalah portal berita yang menyajikan berita, informasi dan data secara faktual, berimbang dan mengikuti kaidah-kaidah jurnalistik, bertanggungjawab dan mentaati kode etik jurnalistik.
© www.labulianews.id
  • DOKUMEN PERUSAHAAN
  • HUBUNGI
  • PEDOMAN KODE ETIK
  • REDAKSI
  • SINGGAHAN