Pakai Kedok Acara Agama? Warga Minta Gocekan di Gubuk Bali Dihentikan, Kapolres: Segera Ditindaklanjuti
Labulianews id. Lobar (25/4/2026) Aktivitas judi sabung ayam atau yang dikenal warga dengan istilah “gocekan” kembali terpantau beroperasi di wilayah hukum Polres Lombok Barat, Sabtu (25/4/2026).
Lokasi yang disorot berada di Gubuk Bali, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar. Padahal sebelumnya Kapolres Lombok Barat telah menegaskan tidak ada ruang bagi praktik gocekan di wilayahnya.
Beberapa arena gocekan sebelumnya telah ditutup, antara lain di Tembang Eleh, Jagerage Indah, dan Lendang Bile. Namun pantauan di lapangan hari ini, aktivitas di Gubuk Bali justru berlangsung dengan aman.
Sejumlah pihak menilai hal ini seolah menjadi bentuk perlawanan terhadap larangan yang sudah dikeluarkan Kapolres.
Keberadaan arena gocekan tersebut menuai penolakan keras dari masyarakat desa setempat. Warga mendesak aparat segera membubarkan aktivitas itu dan memproses hukum bandar agar memberi efek jera.
Sahban, salah seorang aktivis, meminta kegiatan gocekan dihentikan segera. Menurutnya, dampak sosial judi sangat besar bagi masyarakat.
“Desa kami ini mayoritas muslim, jangan cederai dengan gocekan,” tegas Sahban.
Ia bahkan menyatakan, jika polisi tidak mampu membubarkan, warga akan bergerak sendiri. “Kalau polisi tidak bisa membubarkan, maka kami akan undang warga melalui pengeras suara masjid untuk ramai-ramai membubarkannya,” ujarnya.
Warga lain, Bendi, menepis isu gocekan berkedok acara keagamaan. “Kalau dengan alasan acara keagamaan gocekan itu diadakan, maka itu keliru karena sudah menjurus ke judi dan itu harus kita hentikan,” tegasnya.
Polres: Segera Ditindaklanjuti:
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Lombok Barat yang dikonfirmasi terkait maraknya kembali gocekan di Gubuk Bali mengucapkan terima kasih atas informasi dari masyarakat.
“Segera kita tindak lanjuti,” tegasnya singkat.
Hal senada disampaikan Kapolres Lombok Barat AKBP Yasmara Harahap, S.I.K. saat dikonfirmasi terkait arena gocekan di Desa Jembatan Gantung.
“Terima kasih atas informasinya, segera ditindaklanjuti,” jawabnya.
Masyarakat berharap aparat bertindak cepat sebelum memicu aksi massa. (ms)

