Keadilan Regulasi Tak Boleh Pilih-Pilih
Oleh: Haekal Firmansyah
Penutupan gerai Alfamart dan Indomaret di Lombok Tengah kembali memunculkan satu pertanyaan lama: apakah kebijakan ekonomi kita dijalankan secara konsisten?
Di satu sisi, langkah pemerintah daerah menata perdagangan dan melindungi UMKM layak didukung. Pasar tradisional memang perlu dijaga agar tidak tergilas. Tapi di sisi lain, ratusan pekerja kehilangan penghasilan dalam semalam. Realitas itu tidak bisa diabaikan dengan alasan penertiban administratif semata.
Masalahnya bukan pada tujuan kebijakan, melainkan pada penerapannya. Publik mulai bertanya ketika regulasi terasa tajam hanya ke ritel modern, sementara usaha lain yang dekat dengan program pemerintah justru mendapat ruang lebih besar. Jika alasannya adalah kedekatan dengan pasar tradisional, maka prinsip itu harus berlaku untuk semua bentuk usaha. Keadilan tidak bisa diterapkan setengah-setengah.
Sebenarnya pasar tradisional dan ritel modern tidak perlu saling berhadapan. Keduanya punya peran berbeda yang bisa saling melengkapi. Ritel modern membuka lapangan kerja dan memperkuat distribusi barang. Pasar tradisional menjadi penggerak ekonomi lokal dan ruang usaha kecil. Yang dibutuhkan adalah sistem pengaturan yang adil, bukan pertarungan zero-sum.
Solusinya sederhana. Pertama, buat aturan jarak dan perizinan yang objektif dan diterapkan tanpa pandang bulu. Kedua, dorong kemitraan nyata antara ritel modern dan UMKM, misalnya melalui pasokan produk lokal. Ketiga, perkuat pasar tradisional dengan fasilitas, permodalan, dan pelatihan agar pedagang kecil bisa naik kelas.
Yang paling penting, setiap kebijakan yang berdampak pada lapangan kerja harus punya jaring pengaman sosial. Menutup gerai tanpa menyiapkan alternatif bagi pekerja sama saja memindahkan masalah, bukan menyelesaikannya.
Kebijakan ekonomi yang baik tidak diukur dari seberapa banyak yang dibatasi, tapi dari seberapa adil negara menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, perlindungan rakyat kecil, dan keberlangsungan kerja. Kalau prinsip itu dijaga, kepercayaan publik tidak akan runtuh.
Haikal Firmansyah.

