Polisi Bubarkan Judi Sabung Ayam di Tiga Lokasi Kota Mataram, FP4 NTB Apresiasi Respons Cepat
Labulianews.id, Mataram (27/4/2026)– Tim gabungan Sat Reskrim Polresta Mataram dan Tim Puma Jatanras Polda NTB membubarkan praktik judi sabung ayam di tiga titik wilayah Kota Mataram, Senin (27/4/2026) sore.
Kronologi Pembubaran.
Operasi digelar sekitar pukul 16.30 WITA setelah polisi menerima laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas perjudian tersebut. Tim Resmob Sat Reskrim Polresta Mataram bersama Tim Puma Jatanras Polda NTB langsung menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi arena sabung ayam.
“Ini bentuk respons cepat kami atas laporan masyarakat. Judi dalam bentuk apapun tidak boleh dibiarkan karena meresahkan dan melanggar hukum,” ujar Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma Y.P., S.T.K., S.I.K.
Saat petugas tiba, para pelaku langsung membubarkan diri. Polisi belum merinci alamat lengkap ketiga titik tersebut, jumlah pelaku yang ditangkap, maupun barang bukti yang diamankan dalam operasi ini.
AKP I Made Dharma melaporkan kegiatan ini kepada Dirreskrimum Polda NTB sebagai tindak lanjut Surat Perintah Nomor Sprin/513/IV/Res.1.24/2026 tanggal 1 April 2026 tentang pengungkapan dan penanganan kasus kejahatan di wilayah hukum Polresta Mataram.
Polresta Mataram menegaskan akan terus melakukan monitoring wilayah untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. Hasil kegiatan telah dilaporkan ke pimpinan.
Apresiasi dari FP4 NTB.
Forum Peduli Pembangunan dan Pelayanan Publik (FP4) NTB memberi apresiasi tinggi atas langkah cepat aparat. Direktur FP4 NTB, Lalu Habiburrahman, menyebut tindakan ini bukti nyata Polri yang Presisi dan responsif terhadap keluhan warga.
"Kami sangat mengapresiasi kinerja Kasat Reskrim Polresta Mataram beserta tim gabungan yang tidak menunda-nunda waktu untuk mengeksekusi laporan warga," ujar Habib.
Menurut FP4 NTB, keamanan dan ketertiban merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Tindakan tegas kepolisian dinilai turut mendukung terciptanya iklim positif di Kota Mataram.
Habib berharap pembubaran ini memberi efek jera bagi pelaku dan penyelenggara. FP4 NTB juga mengajak masyarakat aktif bersinergi dengan aparat dengan melaporkan segala bentuk aktivitas yang melanggar hukum dan norma sosial.
"Pembangunan kota tidak hanya soal infrastruktur, tapi juga soal mentalitas dan ketertiban masyarakatnya. Polresta Mataram telah menunjukkan komitmen yang luar biasa sore ini," tutup Habib. (ms)
-

