Utang Rp91 Miliar Lunas, RSUP NTB Masuk Babak Baru Tata Kelola
Labulianews.id. Beban utang kontraktual Rp91,45 miliar yang bertahun-tahun membebani RSUP NTB akhirnya tuntas. Pelunasan itu membuka ruang gerak baru bagi rumah sakit rujukan provinsi untuk membenahi tata kelola dan memperkuat pelayanan.
Sehari setelah rapat khusus di Pendopo Gubernur, Rabu 13 Mei 2026, RSUP NTB mengumumkan dimulainya fase pembenahan organisasi. Pertemuan dipimpin Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Hadir Direktur RSUP NTB drg. H. Asrul Sani, jajaran wakil direktur, serta Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Halik.
Data manajemen per 6 Mei 2026 mencatat total kewajiban utang kontraktual tahun anggaran 2025 sebesar Rp91.445.484.400,83. Pelunasan dilakukan bertahap. Pada masa direksi sebelumnya, Rp44.766.375.492,17 telah dibayar. Sisa Rp46.679.108.908,66 dilunasi direksi baru dalam waktu satu bulan hingga mencapai 100 persen.
Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik, atau Aka, menyebut Gubernur memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Namun ia menekankan agar pelunasan tidak berhenti pada aspek administratif.
“Setelah persoalan utang diselesaikan, RSUP NTB harus mulai bergerak lebih cepat melakukan pembenahan. Ukuran keberhasilan rumah sakit bukan hanya besar gedungnya, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan pelayanan yang cepat, nyaman, manusiawi, dan memberi rasa aman,” kata Aka menyampaikan arahan Gubernur.
Bagi Gubernur, stabilitas keuangan rumah sakit berpengaruh langsung pada kelancaran pelayanan. Mulai dari pengadaan alat kesehatan, operasional harian, hingga kerja sama dengan mitra layanan kesehatan.
Dengan beban utang yang lepas, RSUP NTB kini memiliki ruang fiskal lebih sehat. Manajemen mulai menyiapkan langkah pengendalian belanja, penataan arus kas, percepatan klaim BPJS, serta pengembangan sumber pendapatan baru.
Strategi diversifikasi juga disiapkan. Evaluasi kerja sama, appraisal aset, optimalisasi aset yang belum produktif, dan pengembangan revenue center baru disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian fiskal.
“Kalau utang sudah selesai, maka perlahan kita bangkit. Kita ingin RSUP NTB tidak hanya menjadi rumah sakit yang besar, tetapi menjadi rumah sakit yang sehat, kuat, maju, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Aka mengutip pernyataan Gubernur.
Bagi Pemprov NTB, pelunasan utang bukan akhir. Ini awal dari upaya membangun RSUP NTB yang lebih sehat, mandiri, dan dipercaya publik. (*)

